Proses Penciptaan Manusia


Manusia diciptakan Oleh Allah untuk beribadah kepadaNya, Bumi ini hanya pijakan sementara untuk mencari bekal bagi kehidupan abadi kita di Akhirat,
Allah swt. Telah menciptakan manusia berasal dari saripati tanah. Hal ini dapat dijelaskan bahwa setiap yang dimakan manusia pasti bermuara pada tumbuhan-tumbuhan (tumbuhan merupakan rantai makan yang pertama)., sedangkan kita tahu bahwa tumbuhan mengambil makanan dari unsur-unsur hara yang ada pada tanah atau saripati tanah. Dengan demikian secara tidak langsung hidup manusia ditopang oleh saripati tanah yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan yang kemudian oleh Allah swt. Dijadikan tanaga, air mani, dan sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya manusia berasal dari tanah.

Tahapan penciptaan Manusia.

1. Proses Saripati Tanah

Pada prosess ini didapati bahwa Allah swt. Melakukan beberapa penyaringan debu tanah.Firman Allah swt, “kemudian Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari Tanah.”
 (Q.S. Al – Mu’minun : 12)

Artinya :  Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.


Proses ini bertujuan untuk mendapatkan saripati tanah (sulalat mintin) yang bersih dan amat sesuai unttuk dijadikan bahan sebagai salah satu unsur penciptaan manusia. Ini menunjukkan bahwa tanah yang digunakan telah melalui proses penyaringan dan bukan tanah biasa sebagaimana yang dipikirkan manusia, Dr Maurice Bucaille menguraikan dengan merujuk pada Surah Al-Furqan : 54 bahwa keturunan manusia juga berasal dari air, yaitu saripati sperma atau yang disebut secara ilmiah spermatozoa. Oleh akrena itu, beliau melihat saripati tanah yang dikemukakan di atas hendaklah dirujuk bersama pelbagai komponen lain yang merangkumi saripati tanah dan saripati air yang menjadi elemen terpenting dalam penciptaan manusia

2. Proses Tanah Melekat

Pada proses ini dikenal sebagai proses tanah melekat.
 Seperti firman Allah swt. Dalam surah As-Saffat: 11,

Artinya :  . Maka Tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa[*] yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
[*] Maksudnya: malaikat, langit, bumi dan lain-lain.

”... Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.”
Sebagaimana diketahui,tanah liat pada dasrnya mempunyai sifat melekat. Al-Qurtubi menguraikan bahwa pada proses ini keadaan tanah melekat atau menempel diantara satu sama lain. Selain itu tanah ini akan menjadi tanah yang keras. Pada proses ini, al-Qurtubi juga menerangkan didalam tafsirnya bahwa manusia pertama,yaitu yang dikaitkan dengan Adam, berada dalam keadaan ini selama empat puluh tahun, sehingga sifat fisikalnya berubah menjadi keras dan kering.

3. Proses Tanah Berbau


Proses ketiga ini mengarah pada firman Allah swt. Dalam surah Al-Hajr yang berbunyi “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia ( Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” Mengikuti tafsiran Dr. Maurice diartikan juga sebagai lumpur atau tanah berorganik dan tidak tertumpu kepada pengertian lain seperti lumpur yang berubah-ubah yang berwarna hitam serta mempunyai bau tersendiri.Ini disebabkan proses penyebatian antara tanah dan air yang telah berlaku.

4. Proses Tanah Keras


Perkataan ini tidak sempurna jika perumpamaanya tidak dijelaskan bersama, yaitu kalifahara yang membawa arti seperti tembikar. Maka jelas bahwa pada proses ini manusia yang ingin diciptakan Allah swt. Berada dalam keadaan yang keras seperti tembikar.Sebagaimana firman Allah swt. Dalam surah Ar-Rahman : 14


Artinya : Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,


Abu Hasan Altibrisi menerangkan bahwa dengan fisikal yang kerasa, ia dapat mengeluarkan dentingan bunyi yang gemerincing serta berulang-ulang di udara seperti suara besi yang dipukul angin. Pada tingkat ini menunjukkan bahwa masa Adam menjadi manusia yang lengkap sudah tiba. Pada proses ini juga hanya dilihat proses terakhir dari aspek fisiknya termasuk tiga proses terawal sebagaimana yang telah diterangkan di atas.

5. Proses Peniupan Roh


Proses yang kelima ini menunjukkan proses penciptaan manusia pertama (Adam) dari aspek spiritual, Setelah aspek fisikalnya telah lengkap hingga ke tahap menjadi satu lembaga. Di dalam kitab Q.S. Al-Anbiya penerangan tentang proses penciptaan manusia seterusnya dipaparkan dengan amat jelas. Dikatakan Allah swt. Meniupkan roh ke dalam diri Adam melalui kepala dan selepas itu malaikat dengan perintah Allah swt.


Telah mengajarkan Adam untuk memuji Allah swt. Yaitu Alhamdulillah. Lalu dia menyebut, apabila roh memasuki bagian matanya, Adam telah bisa melihat dengan jelas buah-buah yang terdapat dalam surga. Selepas itu apabila roh sampai ke bagian kerongkong, Adam ingin makan. Dan sebelum roh sampai ke bahagian kaki, maka Adam segera ingin menjangkau buah tersebut.


Disini terdapat dua persoalan yang dapat dijelaskan. Pertama, apabila merujuk kepada uraian di atas bahwa proses peniupan roh ke dalam jasad Adam berlaku di dalam surga, maka dibuat kesimpulan bahwa tempat penciptaan manusia pertama (Adam) adalah berlaku di dalam surga. Ini adalah bertepatan dengan pendapat yang menyatakan Adam dicipta di Surga Ma’wa, yaitu tempat kediaman kepada orang-orang shaleh sebagaimana yang diuraikan dalam kitab Hayat Adam.


Persoalan kedua adalah berkenaan dengan sikap gopoh Adam dari proses penciptaanya. Ia dapat dilihat dari sikap manusia yang suka melaksanakan sesuatu perkara dalam keadaan yang tergesa-gesa atau menginginkan sesuatu dalam kadar yang segera. Maka dengan berakhir proses peniupan roh ini , sempurnalah kejadian Adam, yaitu sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah swt. jika dilihat dengan teliti proses penciptaan manusia pertama yang dipaparkan dalam A-Qur’an amat teliti dan uraiannya adalah bersifat kronologi(sesuai urutan waktu).

Sumber; Buku Pendidikan agama Islam SMA kelas 10 semester Gasal